Hallo guys! Selamat datang di blog pertama ku😊
Sebelumnya terimakasih sudah mampir di blog ku, untuk pertama kalinya aku bakalan nulis artikel tentang Lidah buaya (Aloe vera). Nah kalian pasti tidah asing lagi dengan tanaman satu ini, yang sering kita kenal dengan nama ilmiah nya Aloe vera. Bagian yang biasanya kita ambil adalah lendirnya (gel), kaya ingus hihi tapi manfaat nya sangat banyak loh..
Gambar Lidah Buaya (Aloe vera)
Sumber: https://images.app.goo.gl/u2Km6ENtrFLYAABL8
Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman yang dikenal untuk menyuburkan rambut, menyembuhkan luka dan perawatan kulit. Tanaman ini memiliki kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen-komponen lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman sekarang ini, aloe vera dikembangkan sebagai bahan baku dalam industry farmasi dan kosmetik serta sebagai makanan dan minuman kesehatan. Banyak kandungan di dalam aloe vera ini yang memiliki manfaat bagus untuk tubuh. Salah satunya yaitu aloe emodin, senyawa dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin.Tanaman ini juga mengandung semua vitamin kecuali vitamin D. Beberapa kandungan ilmiah yang terdapat di aloe vera ini yaitu kadar air, karbohidrat, kalori, lemak, protein, vitamin A, vitamin C, Thiamin, Riboflavin, niasin, kalsium, zat besi, fosfor dll.
Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada iklim tropis ataupun subtropis dan sudah digunakan sejak lama karena fungsi pengobatannya. Lidah buaya dapat tumbuh di daerah beriklim dingin dan juga di daerah kering, seperti Afrika, Asia dan Amerika. Hal ini disebabkan bagian stomata daun lidah buaya dapat tertutup rapat pada musim kemarau karena untuk menghindari hilangnya air daun. Lidah buaya dapat tumbuh pada suhu optimum untuk pertumbuhan berkisar antara 16-33oC dengan curah hujan 1000-3000 mm dengan musim kering agak panjang, sehingga lidah buaya termasuk tanaman yang efisien dalam penggunaan air (Furnawanthi, 2007).
Lidah buaya memiliki ciri-ciri morfologi pelepah daun yang runcing dan permukaan yang lebar, berdaging tebal, tidak bertulang, mengandung getah, permukaan pelepah daun dilapisi lilin, bersifat sekulen, berat rata-rata per pelepah adalah sekitar 0,5-1 kg dan tinggi 45-50 cm. Masa panen lidah buaya sekitar 10-12 bulan setelah tanam, sehingga dalam satu tahun tanaman ini dapat dipanen sebanyak 4 kali (3 bulan sekali). Tanaman lidah buaya ini akan terus menghasilkan pelepah daun hingga 7-8 tahun dan (Furnawanthi, 2007).
Gel lidah buaya ini tidak berwarna dan berbau, tidak mempengaruhi rasa atau rupa dari buah, aman digunakan, alami serta aman bagi lingkungan. Gel lidah buaya yang terdiri dari polisakarida, berperan menghalangi kelembaban dan oksigen yang dapat mempercepat pembusukan makanan. Gel ini juga mengandung antibiotik dan anti cendawan yang berpotensi memperlambat atau menghalangi mikroorganisme yang mengakibatkan keracunan makanan pada manusia (Mandiri, 2013).
Zat yang terkandung dalam gel lidah buaya tersebut memiliki aktivitas antara lain sebagai antimikroba, penurun kolesterol darah, antidiabetes, antikanker, antivirus, antijamur, antioksidan, mencegah chilling injury, serta dapat menyembuhkan luka dan mencegah peradangan (anti-inflammatory). Lidah buaya merupakan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki kemampuan lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang umur simpan buah dan sayuran (Jonquiera, 2007).
Lidah buaya (Aloe vera) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki banyak khasiat dan manfaat. Lidah buaya termasuk ke dalam suku Liliaceae, sering ditanam di dalam pot atau halaman rumah. Kandungan dan khasiat dari Lidah buaya sudah sejak lama diteliti, hanya saja khasiatnya belum digunakan secara optimal. Kebanyakan orang tahu kegunaan Lidah buaya hanya sebagai pencuci rambut atau sampo. Padahal kandungan Lidah buaya bisa mengobati penyakit, penghalus kulit, antibakteri, antifungi sebagai minuman dan makanan kesehatan. Bagian dari tanaman Lidah buaya yang dapat diolah menjadi berbagai produk yaitu daun, eksudat, dan gel (Furnawanthi, 2007).
Jadi buat teman-teman yang punya tanaman lidah buaya, ayo manfaatkan gel nya buat masker wajah, pelembab kulit, penyembuh luka, dll. Kalian bisa buat sekreatif mungkin dengan memanfaatkan kandungan nya, jadikan sebuah karya penelitian yang bermanfaat untuk kalangan masyarakat.
Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat😊
Referensi
Furnawanthi, I. 2007. Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya Si Tanaman Ajaib Ed 8. Jakarta Selatan: PT. Agro Media Pustaka.
Mandiri, T.K. 2013. Pedoman Bertanam Lidah Buaya. Bandung: CV. Nuansa Aulia.
Jonquiera, L.C, dan Jose, C. 2007. Histologi Dasar Teks dan Atlas. Jakarta: EGC.
Sebelumnya terimakasih sudah mampir di blog ku, untuk pertama kalinya aku bakalan nulis artikel tentang Lidah buaya (Aloe vera). Nah kalian pasti tidah asing lagi dengan tanaman satu ini, yang sering kita kenal dengan nama ilmiah nya Aloe vera. Bagian yang biasanya kita ambil adalah lendirnya (gel), kaya ingus hihi tapi manfaat nya sangat banyak loh..
Gambar Lidah Buaya (Aloe vera)
Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman yang dikenal untuk menyuburkan rambut, menyembuhkan luka dan perawatan kulit. Tanaman ini memiliki kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen-komponen lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman sekarang ini, aloe vera dikembangkan sebagai bahan baku dalam industry farmasi dan kosmetik serta sebagai makanan dan minuman kesehatan. Banyak kandungan di dalam aloe vera ini yang memiliki manfaat bagus untuk tubuh. Salah satunya yaitu aloe emodin, senyawa dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin.Tanaman ini juga mengandung semua vitamin kecuali vitamin D. Beberapa kandungan ilmiah yang terdapat di aloe vera ini yaitu kadar air, karbohidrat, kalori, lemak, protein, vitamin A, vitamin C, Thiamin, Riboflavin, niasin, kalsium, zat besi, fosfor dll.
Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada iklim tropis ataupun subtropis dan sudah digunakan sejak lama karena fungsi pengobatannya. Lidah buaya dapat tumbuh di daerah beriklim dingin dan juga di daerah kering, seperti Afrika, Asia dan Amerika. Hal ini disebabkan bagian stomata daun lidah buaya dapat tertutup rapat pada musim kemarau karena untuk menghindari hilangnya air daun. Lidah buaya dapat tumbuh pada suhu optimum untuk pertumbuhan berkisar antara 16-33oC dengan curah hujan 1000-3000 mm dengan musim kering agak panjang, sehingga lidah buaya termasuk tanaman yang efisien dalam penggunaan air (Furnawanthi, 2007).
Lidah buaya memiliki ciri-ciri morfologi pelepah daun yang runcing dan permukaan yang lebar, berdaging tebal, tidak bertulang, mengandung getah, permukaan pelepah daun dilapisi lilin, bersifat sekulen, berat rata-rata per pelepah adalah sekitar 0,5-1 kg dan tinggi 45-50 cm. Masa panen lidah buaya sekitar 10-12 bulan setelah tanam, sehingga dalam satu tahun tanaman ini dapat dipanen sebanyak 4 kali (3 bulan sekali). Tanaman lidah buaya ini akan terus menghasilkan pelepah daun hingga 7-8 tahun dan (Furnawanthi, 2007).
Gel lidah buaya ini tidak berwarna dan berbau, tidak mempengaruhi rasa atau rupa dari buah, aman digunakan, alami serta aman bagi lingkungan. Gel lidah buaya yang terdiri dari polisakarida, berperan menghalangi kelembaban dan oksigen yang dapat mempercepat pembusukan makanan. Gel ini juga mengandung antibiotik dan anti cendawan yang berpotensi memperlambat atau menghalangi mikroorganisme yang mengakibatkan keracunan makanan pada manusia (Mandiri, 2013).
Zat yang terkandung dalam gel lidah buaya tersebut memiliki aktivitas antara lain sebagai antimikroba, penurun kolesterol darah, antidiabetes, antikanker, antivirus, antijamur, antioksidan, mencegah chilling injury, serta dapat menyembuhkan luka dan mencegah peradangan (anti-inflammatory). Lidah buaya merupakan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki kemampuan lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang umur simpan buah dan sayuran (Jonquiera, 2007).
Lidah buaya (Aloe vera) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki banyak khasiat dan manfaat. Lidah buaya termasuk ke dalam suku Liliaceae, sering ditanam di dalam pot atau halaman rumah. Kandungan dan khasiat dari Lidah buaya sudah sejak lama diteliti, hanya saja khasiatnya belum digunakan secara optimal. Kebanyakan orang tahu kegunaan Lidah buaya hanya sebagai pencuci rambut atau sampo. Padahal kandungan Lidah buaya bisa mengobati penyakit, penghalus kulit, antibakteri, antifungi sebagai minuman dan makanan kesehatan. Bagian dari tanaman Lidah buaya yang dapat diolah menjadi berbagai produk yaitu daun, eksudat, dan gel (Furnawanthi, 2007).
Jadi buat teman-teman yang punya tanaman lidah buaya, ayo manfaatkan gel nya buat masker wajah, pelembab kulit, penyembuh luka, dll. Kalian bisa buat sekreatif mungkin dengan memanfaatkan kandungan nya, jadikan sebuah karya penelitian yang bermanfaat untuk kalangan masyarakat.
Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat😊
Referensi
Furnawanthi, I. 2007. Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya Si Tanaman Ajaib Ed 8. Jakarta Selatan: PT. Agro Media Pustaka.
Mandiri, T.K. 2013. Pedoman Bertanam Lidah Buaya. Bandung: CV. Nuansa Aulia.
Jonquiera, L.C, dan Jose, C. 2007. Histologi Dasar Teks dan Atlas. Jakarta: EGC.

Wah sangat memnbantu sekali ka,,terimakasihh
BalasHapusinfinya menarik dan sangat membantu terimakasih ya
BalasHapusTerimah kasih info nya sangat bermanfaat
BalasHapusCocok nih bagus banget
BalasHapusWahh bermanfaar sekali infonya
BalasHapusterimakasih informasinya ka
BalasHapusterimakasih infonya, nanti saya coba ya ka
BalasHapuswaw jadi tau cara melebatkan rambut
BalasHapusUwaaahh keren bangett sih kak postingannya
BalasHapusSangat bermanfaat ka
BalasHapusWah bagus ni maksih infonya kaka
BalasHapusinformasinya sangat bermanfaat
BalasHapusInfo nya sangat bermanfaat kak, terima kasih kak...
BalasHapusWaah.. Kebetulan banget, dibelakang rumah saya ada banyak tumbuhan ini
BalasHapussangat bermanfaat, terimakasih banyak, ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapus